Laman

Assalamu'alaiQum Sahabat

Minal aidzin wal Faidzin
Mohon Kritik dan Saran Apabila Terdapat Kesalahan Dalam Blog Kami...
Tak Ada Gading yang Tak Retak

Jumat, 16 September 2011

Tawassul

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Tawassul secara bahasa adalah mendekatkan diri kepada sesuatu dengan perantaraan sesuatu. Maksudnya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengerjakan apa-apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan. Allah SWT memerintahkan kita untuk bertawassul dalam beribadah.

Firman Allah SWT :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maidah : 35 )

Tawassul terbagi dua; tawassul masyru’ atau tawassul yang diperbolehkan untuk dilaksanakan dan tawassul mamnu’ atau tawassul yang dilarang.

Tawassul Masyru’


1) Bertawassul kepada Allah dengan nama-nama Allah SWT atau sifat-sifat-Nya.

Allah SWT berfirman:
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna , maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna” ( QS. Al-A’raf : 180)

Tawassul tersebut dapat dilakukan dengan cara menyebut nama-nama atau sifat-sifat Allah. Contohnya Anda berdo’a : Allahumma Inni As Aluka Bi Asmaaika Al-Husna An Taghfiroli.

2) Bertawassul dengan cara memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi dipermulaan do’a.

Hadits Rasulullah SAW :
Dari Fudholah bin ‘Ubaid dari Nabi SAW, beliau mendengar sesorang berdo’Allah SWT dalam sholatnya tidak memuji Allah dan bersholwat kepada Rasulullah SAW terlebih dahulu. Beliau berkata : “Orang itu tergesa-gesa” Kemudian memanggilnya dan berkata padanya: “Apabila salah seorang diantar kamu sholat hendaklah dia memulai dengan bertahmid kepada Allah dan memuji pada-Nya kemudian bersholawatlah pada Rasulullah SAW Kemudian setelah itu berdo’alah sesuai dengan keinginanmu” Fudholah berkata: dan Rasulullah SAW pernah mendengar sesorang sedang sholat kemudian ia memuji Allah dan bertahmid pada-Nya serta bersholawat kepada kepada Nabi Muhammad SAW, maka beliau berkata padanya: “Berdo’alah engkau pasti diijabah dan mintalah engkau pasti dipenuhi” (HR Ahmad 6/18, Abu Daud No. 1481, Tirmidzi No. 3476 dan 3477, Nasa’i 3/44 dan 45, Ibnu Hibban No. 1960 dengan sanad hasan)

3) Bertawassul kepada Allah SWT dengan menyebut Janji-Nya.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT :
“Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.` (QS. Ali Imron :194)

Oleh karena itu kita boleh juga berdo’a : Allahumma Innaka Wa’adta Man Daa’ka Bil-Ijabati, Fastafib Du’aaii (Ya Allah engkau telah menjanjikan kepada orang yang berdo’Allah SWT pada-MU akan dipenuhi, maka penuhilah do’aku ini).

4) Bertawassul kepada Allah dengan perbuatan-perbuatan-Nya (Af’aal)

Sesorang boleh saja berdoa : “Ya Allah Wahai Dzat yang pernah menolong Muhammad SAW pada hari Badar maka tolonglah kami ata orang-orang yang kafir”. Hal ini sebagimana doa yang dibaca ketika tahiyyat.

5) Bertawassul kepada Allah dengan ibadah, baik ibadah hati, perbuatan maupun ucapan.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo`a : `Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.” (QS. Al-Mu’minun: 109).

Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh tiga orang yang masuk ke dalam goa yang pintunya tertutup longsoran batu, ketiganya bertawassul dengan amal sholeh yang terbaik yang pernah mereka lakukan agar Allah SWt menyelamatakan mereka semua. (HR Bukhori No. 2215 dan 2272, Muslim NO. 2743)

6) Bertawassul kepada Allah dengan menyebut keadaan dirinya baha ia sangat membutuhkan rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Hal tersebut sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi Musa AS. :
Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (QS. Al-Qoshosh : 24 ).

7) Bertawassul dengan doa orang sholih dengan harapan agar Allah memperkenankan doa orang tersebut.

Dengan syarat orang tersebut adalah seorang muslim yang masih hidup. Hal tersebut pernah dilakukan oleh Anak-anak Nabi Ya’kub AS :
"Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah". (QS. Yusuf : 97)

Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh seorang sahabat yang meminta kepada Rasulullah SAW agar memohon kepada Allah supaya Ia menurunkan hujan (HR Bukhori No. 1013 dan Muslim 897)

Tawassul Yang Terlarang


1) Bertawassul dengan perantaraan orang-orang yang mati, meskipun orang tersebut adalah orang yang sholeh.
2) Bertawassul kepada benda-benda mati.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar